Sunday, 10 January 2010

Nasibmu Honorer dan Sukwan

Berawal dari sebuah pertemuan dengan seorang teman yang sedang mendapat cobaan, yang akhirnya banyak pertanyaan dalam hidup ini.
Sebutlah si A, dia seorang guru honorer dengan latar pendidikan sarjana, baru mempunyai seorang anak melalui operasi secario, Si A mendapatkan honor sebesar Rp. 480.000/perbulan. yang menjadi permasalahannya adalah ketika dalam proses persalinan dia harus mengeluarkan uang yang dinilainya sangat besar bagi penghasilannya yang tidak seberapa?dalam proses yang dikatakan "mencari" uang tersebut dia juga mengalami kecelakaan sehingga dia harus dioperasi.sehingga bertambahlah beban si A ini, dengan berlinang air mata dia menanyakan : Kenapa saya yang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini, mengabdi pada negara ini tidak mendapatkan jaminan kesehatan yang seharusnya? kenapa buruh pabrik yang hanya lulusan smp bisa mendapatka jaminan kesehatan? apa guru honorer bukan tenaga kerja(pekerja) ?
Kejadian ini ironis sekali, membuatku terharu...ya mungkin saya masih beruntung bekerja sebagai honorer di SKPD yang bergerak dalam jasa Pelayanan Kesehatan walaupun tidak mendapat jaminan kesehatan setidaknya instansi saya memberikan kebijakan tersendiri untuk karyawannya yang sakit. tapi entah kapan kebijakan ini akan berlangsung? saya tidak dapat mengetahui secara pasti. Kapankah Pemerintah ini akan berpihak kepada Honorer dan Tenaga Sukwan?
Powered By Blogger